January 9th 2017 | Category: Tanaman Hidroponik

Media tanam hidroponik menjadi hal penting jika Anda ingin menanam sayur dengan metode ini. Pasalnya, media tanam menjadi salah satu penentu apakah sayuran Anda tumbuh dengan baik serta bisa dipanen tepat waktu atau tidak. Berikut ini beberapa media tanam hidroponik yang bisa Anda pertimbangkan sebelum melakukan penanaman dengan media hidroponik.

Gambar Jenis Media Tanam Hidroponik Gambar Jenis Media Tanam Hidroponik

Baca juga artikel terkait Cara Membuat Media Tanam Hidroponik di: Dan kumpulan artikel lainnya mengenai Tanaman Hidroponik, .

Media Tanam Hidroponik Rockwool

Jika Anda sering melihat tanaman dengan media hidroponik menggunakan media tanam seperti busa berwarna kekuningan, maka itulah yang dinamakan dengan rockwool. Rockwool adalah media tanam yang sering digunakan atau populer di kalangan petani dengan media tanam hidroponik. Rockwool sebenarnya berbeda dengan busa. Media tanam rockwool ini terbuat dari batuan basalt. Batuan tersebut dipanaskan dengan suhu tinggi hingga meleleh. Karakteristik rockwool antara lain ringan dan berserabut halus. Umumnya, rockwool dijual dalam bentuk blok atau balok. Sebelum digunakan, Anda bisa memotong rockwool kecil-kecil sesuai kebutuhan.

Bagi Anda yang baru pertama kali menggunakan teknik hidroponik, maka Anda perlu mengetahui cara menanam hidroponik termasuk menggunakan media tanam rockwool. Anda tidak perlu khawatir karena caranya sangat mudah. Pertama, potong rockwool kecil-kecil sekitar 2 x 2 x 2 cm. Kedua, setelah dipotong kecil rendam rockwool dengan air biasa kemudian peras sedikit agar airnya tidak terlalu berlebihan. Ketiga, lubangi bagian tengah rockwool agar benih bisa masuk. Keempat, masukkan benih sayuran yang ingin Anda tanam ke dalam lubang tadi kemudian tutup. Siram atau semprot denga air biasa hingga benih tumbuh. Baru setelah tubuh daun, Anda bisa mulai menggunakan nutrisi hidroponik.

Media Tanam Arang Sekam

Bisa jadi Anda kesulitan mencari rockwool. Hal ini tidak masalah karena Anda tetap bisa memulai menanam dengan media hidroponik. Anda bisa menggunakan arang sekam sebagai media tanam hidroponik selain rockwool. Bahan utama arang sekam adalah limbah penggilingan padi. Limbah tersebut dibakar hingga menjadi arang. Arang sekam berwarna hitam dengan tekstur yang mirip dengan tanah. Karena teksturnya halus seperti tanah, maka penggunaan media tanam hidroponik yang satu ini digunakan mirip dengan tanah. Masukkan aram sekam secukupnya ke dalam pot kemudian sebar benih. Siram dengan nutrisi hidroponik hingga benih tumbuh dan siap dipanen. Keuntungan menggunakan arang sekam adalah bisa digunakan beberapa kali sehingga lebih hemat.

Media Tanam Hidroponik Hydroton

Selain rockwool dan arang sekam, Anda juga bisa menggunakan hydroton sebagai media tanam hidroponik. Bentuk hydroton bulat kecil-kecil dan berwarna coklat. Bahan dasar dari media hidroponik ini adalah bagian atas atau permukaan lempung. Lempung tersebut kemudian dipanaskan dan dibentuk bulat kecil. Hydroton berfungsi menyerap air atau nutrisi yang digunakan untuk benih atau sayuran yang ditanam menggunakan media tanam hidroponik. Hydroton juga bisa digunakan beberapa kali. Anda hanya perlu mencuci hydroton dengan air biasa hingga bersih kemudian gunakan kembali seperti biasa.

Media Tanam Hidroponik Cocopeat

Media tanam hidroponik yang satu ini terbuat dari sabut kelapa. Cocopeat sangat bagus untuk media tanam karena bahan ini bisa menyerap air dengan baik. Walaupun begitu, Anda disarankan untuk mencampur cocopeat dengan bahan lain seperti arang sekam agar pertumbuhan sayuran hidroponik lebih maksimal.

Media Tanam Spons

Jika Anda kesulitan mencari semua bahan di atas, Anda tetap bisa menanam menggunakan metode hidroponik. Lalu, apa yang digunakan sebagai media tanam? Sebagai informasi, spons pun bisa dijadikan media tanam. Ya, spons yang biasa Anda gunakan sebagai alat untuk mencuci peralatan dapur pun bisa dijadikan media tanam untuk hidroponik. Caranya mirip dengan rockwool. Spons bisa digunakan sebagai media tanam karena pori-porinya yang besar. Tekstur pori-pori yang besar inilah yang membuat spons menyerap air dengan baik.

Media Tanam Hidroponik Perlite

Satu lagi media tanam hidroponik yang bisa Anda gunakan adalah perlite. Perlite terbuat dari batuan bernama silika berwarna putih. Batuan tersebut dipanaskan hingga mencari dan dibentuk menjadi butiran kecil. Agar media tanam ini lebih maksimal, Anda bisa mencampurnya dengan media lain seperti cocopeat atau arang sekam.

Media Tanam Hidroponik Vermiculite

Media tanam hidroponik yang satu ini juga terbuat dari batuan. Batuan tersebut dipanaskan kemudian dibentuk menjadi media hidroponik yang lebih kecil. Yang membedakan vermiculite dan perlite adalah daya serapnya terhada air. Vertaculite memiliki daya serap yang lebih baik jika dibandingkan dengan perlite. Berat vermiculite juga lebih berat jika dibandingkan dengan perlite. Untuk menggunakan vermiculite, ada baiknya mencampur media hidroponik ini dengan media tanam lain seperti cocopeat atau arang sekam.

Sekarang, Anda sudah memiliki beberapa pilihan media tanam hidroponik. Pilih saja media tanam yang paling mudah didapatkan sehingga Anda tidak kebingungan bila kehabisan stok media tanam. Pilih pula yang harganya lebih terjangkau. Namun, tidak masalah jika ingin mencoba semua media tanam karena pengalamannya tentu berbeda. Dengan memilih media tanam hidroponik yang tepat, kebutuhan sayuran sehat di rumah akan terpenuhi.

Pencarian Seputar Artikel Budidaya Tanaman

Artikel Terkait Cara Membuat Media Tanam Hidroponik


Tips Seputar Cara Membuat Media Tanam Hidroponik


Shares