October 20th 2016 | Category: Tanaman Hidroponik

Cara menanam hidroponik sederhana di pekarangan menjadi salah satu hal yang dicari oleh banyak masyarakat karena dengan hidroponik nantinya akan membantu untuk berkebun namun memiliki lahan yang terbatas. Hidroponik sekarang ini memang sedang menjadi suatu trend di kalangan masyarakat, dan hidroponik sendiri merupakan suatu cara penanaman tanpa menggunakan media tanah, tetapi dengan air. Untuk cara menanamnya sendiri bisa dibilang cukup mudah untuk dipraktekan, bahkan oleh ibu-ibu. Terlebih lagi di daerah perkotaan yang mana sangat padat penduduk dan sempit yang mana untuk bercocok tanam sangat sulit. Oleh karena itu memanfaatkan pekarangan yang ada menjadi salah satu pilihan dan untuk menanamnya sendiri bisa menggunakan media tanam seperti paralon, botol bekas ataupun kaleng bekas. Cara menanam hidroponik sendiri nantinya bisa menghasilkan sayuran yang mana berkualitas sangat baik. Ada berbagai macam jenis sayuran yang bisa ditanam seperti bayam, kangkung, selada, tomat, melon, paprika dan masih banyak lagi yang lainnya. Memang bisa dibilang modal awal yang dibutuhkan dari hidroponik ini cukup banyak, tetapi hasilnya akan sangat membantu dalam menghemat uang belanja karena tanaman nantinya dapat dipanen 3 sampai dengan 5 kali.

cara menanam hidroponik sederhana Cara Menanam Hidroponik Sederhana

Baca juga artikel terkait Cara Menanam Hidroponik Sederhana Di Pekarangan di: Dan kumpulan artikel lainnya mengenai Tanaman Hidroponik, .

Cara Menanam Hiroponik Sederhana Dan Pembuatan Media Tanam

Di dalam menanam tanaman hidroponik sendiri tentu saja membutuhkan media tanam, oleh karena itu sebelum membahas mengenai cara menanam hidroponik sederhana di pekarangan, kita akan membahas mengenai media tanam hidroponik yang dibutuhkan. Dan berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  1. Yang pertama adalah botol bekas air mineral yang dipotong menjadi dua bagian, botol tersebut beri lubang sekitar 1 cm di bagian botol bagian atas dan juga bawah karena lubang tersebut nantinya digunakan untuk memberikan nutrisi pada tanaman.
  2. Kemudian yang kedua adalah rockwool  yang mana sebuah media yang memiliki bentuk seperti busa dan memiliki serabut yang halus serta memiliki berat yang ringan. Rockwool sendiri terbentuk dari sebuah pemanasan batuan basalt pada suhu yag sangat tinggi sehingga meleleh. Pada saat batu tersebut mencair, maka nantinya serat – serat halus akan bisa terbentuk dengan sendirinya, setelah itu akan dicetak dengan ukuran yang cukup besar. Dan rockwool tersebut nantinya bisa dipotong sesuai dengan kebutuhan.
  3. Lalu yang ketiga adalah arang sekam yang mana dihasilkan dari limbah penggilingan padi yang sudah dibakar. Arang sekam tersebut nantiya akan digunakan untuk media tanam karena lebih steril dan juga bebas bakteri. Dan yang menarik dari media tanam ini adalah cukup tahan lama serta tidak mudah terurai sehingga bisa digunakan berulang kali.
  4. Selain itu ada juga sponge, media ini sangat baik untuk bisa mengalirkan nutrisi ke akar tanaman. Jadi jika memang Anda mengalami kesulitan untuk bisa mendapatkan arang sekam ataupun rockwool, maka Anda bisa menggunakan sponge sebagai media hidroponik Anda.

Cara Menanam Hidroponik Sederhana

Setelah menyiapkan media tanam dari hidroponik, maka saatnya membahas mengenai cara membuat tanaman hidroponik, pada dasarnya untuk menanam tanaman hidroponik sendiri merupakan suatu hal yang cukup sederhana dan bisa dilakukan oleh siapapun. Dan berikut ini adalah caranya:

  1. Jika Anda menggunakan teknik apung, maka buka tutup botolnya agar nantinya akar dapat menembus ke larutan nutrisi. Kemudian jika Anda menggunakan teknik sumbu, maka Anda bisa membuat lubang di tengah tutup botol menggunakan paku dan pasang sumbu dengan kapas ataupun kain bekas. Jika menggunakan teknik yang lebih praktis, maka bisa mengisikan nutrisi tanaman pada botol bagian bawah.
  2. Kemudian mulai menyemai benih pada media rockwool, hal ini bertujuan untuk membuat bibit tumbuhan menjadi lebih bagus karena penyerapan airnya sangat baik dan bisa dibilang steril dari hama tanaman.
  3. Lalu yang ketiga adalah jika nantinya benih dari tanaman tersebut siap untuk dipindahkan, maka Anda bisa memindahkan benih tersebut ke dalam media tanam yang terbuat dari botol bekas tersebut. Namun jika Anda memilih untuk tidak menggunakan teknik apung ataupun sumbu, maka Anda bisa menyiramkan air yang sudah diberikan nutrisi ke tanaman di pagi dan juga sore hari. Tetapi jika menggunakan teknik apung ataupun sumbu, maka Anda bisa memperhatikan yang lain saja, misalnya saja menyiangi gulma yang sering kali tumbuh di sekitar tanaman hidroponik Anda.
  4. Lalu Anda juga perlu memastikan agar nantinya tanaman hidroponik bisa menerima sinar matahari secara cukup. Tetapi tidak disarankan tanaman terkena sinar matahari yang menyengat secara langsung. selain itu Anda juga perlu menghindarkan tanaman dari hujan. Kemudian biasanya setelah 30 hari dari penanaman, maka nantinya sayuran sudah siap untuk dipanen. Namun memang tergantung dari jenis sayurannya.

Jadi itulah beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menanam tanaman menggunakan metode hidroponik yang perlu diperhatikan. Tanaman hidroponik memang bisa dibilang sangat menguntungkan karena nantinya lebih hemat dalam mengatur uang belanja. Jadi bagaimana sangat mudah bukan cara menanam hidroponik sederhana di pekarangan?

Pencarian Seputar Artikel Budidaya Tanaman

Artikel Terkait Cara Menanam Hidroponik Sederhana Di Pekarangan


Tips Seputar Cara Menanam Hidroponik Sederhana Di Pekarangan


Shares