November 7th 2016 | Category: Tanaman Hidroponik

Budidaya tanaman hidroponik ketika pertama kali diperkenalkan di Indonesia, banyak masyarakat kita yang berkomentar sinis, mengapa harus menggunakan hidroponik padahal Indonesia mempunyai tanah yang subur. Padalah tidak semua daerah di Indonesia memiliki tingkat kesuburan yang sama sehingga diperlukan sebuah inovasi untuk mengatasi hal tersebut. Hidroponik adalah solusi untuk anda yang ingin berkebun tetapi hanya mempunyai lahan yang tidak subur dan sempit. Hidroponik merupakan cara tanam dengan menggunakan media tanam berupa air atau media lain tanpa tanah. Pupuk yang diberikan adalah pupuk cair sehingga nutrisi akan diserap dengan mudah oleh akar tanaman.

Teknik Budidaya Tanaman Hidroponik

Budidaya Tanaman Hidroponik Budidaya Tanaman Hidroponik

Baca juga artikel terkait Teknik Budidaya Tanaman Hidroponik di: Dan kumpulan artikel lainnya mengenai Tanaman Hidroponik, .

Cara membuat tanaman hidroponik

Wick System
Ini adalah teknik yang sangat sederhana dan paling banyak dipilih untuk pemula karena caranya sangat mudah. Sistem ini menggunakan sumbu untuk mengalirkan nutrisi ke tanaman. Tetapi, sistem ini hanya bisa bekerja dengan maksimal pada tumbuhan yang kecil. Sistem ini tidak bisa berjalan dengan baik pada tumbuhan yang memerlukan banyak air.

Ebb and Flow System
Tanaman diletakkan di dalam wadah dan diisi dengan larutan nutrisi. Kemudian, nutrisi tersebut dikembalikan lagi ke dalam penampungan. Sistem ini membutuhkan pompa yang terhubung dengan timer. Gunakan wadah dengan ukuran yang besar dan berikan jarak pada tanaman agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

NFT (Nutrient Film Technique) System
Konsep sistem ini sangat sederhana. Letakkan tanaman di dalam tabung atau wadah dan biarkan akarnya menggantung ke larutan nutrisi. Sistem ini bisa mengalirkan nutrisi terus menerus sehingga anda tidak perlu menggunakan timer untuk pompa. NFT sangat bagus untuk tanaman berdaun.

Aeroponic System
Sistem ini adalah sistem yang bisa memberikan hasil paling cepat daripada sistem lainnya. Ini disebabkan larutan nutrisi yang serupa dengan kabut akan langsung meresap ke dalam akar sehingga tumbuhan bisa menyerap nutrisi dengan mudah dan mendapatkan oksigen yang cukup.

Drip System
Cara menanam hidroponik dengan sistem ini ternyata sudah sangat populer. Gunakan timer untuk mengatur pompa. Ketika pompa hidup, nutrisi akan menetes ke tanaman.

Water Culture System
Pada sistem ini, akar tumbuhan akan tersuspensi di dalam air yang mengandung udara dan nutrisi. Tumbuhan diletakkan di sebuah rakit dan terapung di atas nutrisi. Udara diberikan dengan cara dipompa menggunakan diffuser udara dan pompa akuarium. Akar tanaman bisa tumbuh dengan cepat. Sistem ini sangat sesuai untuk daerah kota yang tidak ada lahan kosong karena media tanam hidroponik sama sekali tidak menggunakan tanah. Anda bisa menanam tanaman sayur, hias, dan buah.

Jenis Sayuran Hidroponik

Tanaman hidroponik sebenarnya tidak hanya sayuran saja. Ada tanaman hias dan buah-buahan yang juga bisa ditanam secara hidroponik. Tetapi, untuk anda yang ingin menanam sayuran, ada beberapa jenis sayuran yang sangat cocok untuk ditanam menggunakan cara hidroponik sebagai berikut:

Selada
Pertumbuhan tanaman ini cukup singkat dan tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Anda hanya perlu memastikan bahwa nutrisi untuk tanaman ini cukup. Setelah dua minggu bibi disemaikan, tanaman ini sudah tumbuh dan bisa dipindahkan ke media tanam. Jangan lupa selalu berikan nutrisi secara teratur agar cepat tumbuh.

Kangkung
Tanaman ini sering digunakan untuk masakan tumis maupun masakan berkuah. Kangkung yang ditanam secara hidroponik lebih sehat dibandingkan ditanam dengan cara biasa.

Bayam
Dalam waktu satu bulan, tanaman bayam yang ditanam dengan sistem hidroponik sudah dapat dipetik hasilnya.

Mentimun
Tanaman ini memerlukan cahaya matahari yang cukup. Dalam sistem hidroponik, anda memerlukan media tanam yang besar dan kuat untuk menopang mentimun. Gunakan pot dengan ukuran yang besar.

Sawi
Sayuran hijau ini sama dengan bayam dan kangkung. Jika menanam sawi, pastikan kebutuhan air terpenuhi karena kekurangan air bisa membuat tanaman ini mati dan layu.

Cabai
Tanaman cabai dengan sistem hidroponik harus disiram pagi dan sore supaya tumbuh dengan baik.

Keuntungan dan Kekurangan Budidaya Tanaman Hidroponik

Budidaya tanaman hidroponik juga masih mempunyai kekurangan sebagai berikut:

  • Sistem atau perangkat hidroponik yang lengkap masih sulit didapatkan sehingga harganya cukup mahal.
  • Membutuhkan keahlian khusus dan ketelitian.
  • Biaya untuk investasi awal cukup mahal.
  • Tanaman bisa mati dan gagal panen jika anda melakukan kesalahan pada sistem hidroponik.

Budidaya tanaman hidroponik mempunyai banyak keuntungan sebagai berikut:

  • Dapat menghemat lahan.
  • Penggunaan pupuk lebih hemat.
  • Air bisa dimanfaatkan dengan lebih efisien.
  • Pertumbuhan tanaman pasti lebih cepat dibandingkan tanaman konvensional.
  • Kualitas tumbuhan lebih bagus dibandingkan tumbuhan yang ditanam di tanah.
  • Tidak tergantung dengan kondisi alam dan cuaca.
  • Tidak perlu menggunakan pupuk kimia dan pestisida sehingga hasilnya lebih sehat.
  • Gangguan hama dan penyakit bisa diperkecil.
  • Tidak memerlukan banyak pekerja.

Masih banyak manfaat lain dari budidaya tanaman hidroponik.

Pencarian Seputar Artikel Budidaya Tanaman

Artikel Terkait Teknik Budidaya Tanaman Hidroponik


Tips Seputar Teknik Budidaya Tanaman Hidroponik


Shares