November 14th 2016 | Category: Tanaman Hias, Tanaman Hias Daun

Tanaman hias anthurium saat ini sedang menjadi idola di kalangan penggemar tanaman hias. Tanaman yang termasuk keluarga Araceae ini berasal dari Amazon, Amerika. Tanaman hias anthurium ini tumbuh subur di daerah tropis seperti di tempat asalnya. Karena Indonesia juga memiliki iklim tropis, maka tanaman hias yang cukup populer ini juga bisa tumbuh subur jika ditanam di negeri ini.

Pada dasarnya, tanaman hias anthurium dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu anthurium bunga dan anthurium daun. Seperti namanya, anthurium bunga lebih menonjolkan keindahan dan keragaman bunganya, sedangkan anthurium daun lebih menonjolkan keindahan bentuk daunnya.

Baca juga artikel terkait Cara Mudah Budidaya Tanaman Hias Anthurium di: Dan kumpulan artikel lainnya mengenai Tanaman Hias, Tanaman Hias Daun.

Umumnya, tanaman hias anthurium digunakan untuk menghiasi taman atau menambah kecantikan hunian. Bahkan, dahulu tanaman ini juga sering digunakan sebagai tanaman hias di kerajaan-kerajaan Jawa untuk menambah kegagahan sekaligus keanggunan kerajaan. Bunga dari anthurium sering digunakan sebagai bunga potong, kemudian dirangkai untuk menghias ruangan. Khusus untuk uraian ini, kita hanya akan membahas cara mudah budidaya tanaman hias anthurium daun.

Ya, saat ini cara budidaya tanaman hias sedang banyak diminati. Selain menjanjikan keuntungan yang besar, budidaya tanaman ini juga mudah untuk dilakukan. Lalu, bagaimanakah caranya? Simak tahapan-tahapan berikut ini.

Gambar Tanaman Hias Anthurium

Gambar Tanaman Hias Anthurium

Syarat Tumbuh Tanaman Hias Anthurium

Syarat tumbuh dari tanaman anthurium adalah sebagai berikut:

  • Ditanam di ketinggian 1.400 meters di atas permukaan laut.
  • Membutuhkan 30–60% cahaya matahari secara intens.
  • Suhu di siang hari 27–30 derajad celcius dan 18–20 derajad celcius di malam hari.

Meskipun tanaman anthurium ini membutuhkan sinar matahari yang besar, namun jangan meletakkannya di bawah sinar matahari langsung. Sebab, hal ini bisa menyebabkan daun anthurium layu dan menguning. Agar pertumbuhan dari tanaman hias ini tidak terhambat, akan lebih baik jika diletakkan di tempat teduh namun tetap mendapat asupan sinar matahari yang cukup.

Media Tanam Tanaman Hias Anthurium

Baik tidaknya perkembangan daun anthurium sangat tergantung dari media tanamnya. Semakin baik media tanam yang digunakan, semakin baik juga daun yang dihasilkan. Perlu diketahui, ada banyak jenis media tanam yang bisa digunakan untuk menanam bibit tanaman hias yang satu ini. Namun, yang paling baik digunakan adalah media tanam yang mengandung porous, yaitu campuran pasir dan sekam. Selain media tanam, beberapa hal yang mesti anda lakukan adalah:

  • menjaga agar sirkulasi udara tetap lancar,
  • media tanam direndam dalam larutan antijamur sebelum dimasukkan pot untuk menghindari jamur, dan
  • memindahkan tanaman ke pot lebih besar jika pertumbuhan akar sudah semakin besar.

Cara Merawat Tanaman Hias Anthurium

Setelah melakukan proses penanaman, hal selanjutnya yang perlu anda lakukan dalam budidaya ini adalah merawat tanaman hias yang sudah ditanam. Sepandai apa pun orang untuk membudidayakan tanaman, jika tidak bisa merawatnya sama juga bohong. Tahapan budidaya yang sudah dilakukan tetap akan sia-sia tanpa adanya perawatan yang baik. Oleh karena itu, selain membudidayakan, anda juga dituntut pandai merawatnya.

Berikut ini cara merawat tanaman hias anthurium:

  • Menyiramnya sekali setiap hari, namun jangan sampai air tergenang karena dapat menyebabkan akar membusuk. Gunakan alat semprot agar dapat mengatur banyaknya air yang disiramkan.
  • Memberi pupuk setiap tiga bulan sekali. Sebaiknya gunakan pupuk majemuk (N, P, dan K). Sedangkan, pupuk daun diberikan setiap 1–2 minggu sekali.
  • Rajin membersihkan daun dari debu dan kotoran yang menempel. Agar lebih mengkilap, daun dibersihkan dengan air, kemudian disemprot cairan susu. Setelah itu, dikeringkan dengan dilap. Namun ingat, jangan lakukan pengkilapan daun ini setiap hari karena dapat merusak lapisan daun.
  • Memotong daun yang sudah menguning.
  • Mengganti media dan pot jika akar sudah mulai membesar. Sebelum dipindah, terlebih dahulu akar yang busuk dibersihkan dan dipotong, kemudian diatur di pot baru agar bisa menempel di media yang baru.

Memperbanyak Tanaman Hias Anthurium

a.  Secara Generatif

  • Tanda serbuk sari sudah masak adalah mudah rontok dan berwarna kuning. Tanda putik sudah masak adalah adanya lendir pada putik.
  • Waktu terbaik untuk penyerbukan buatan adalah pukul 7–10 pagi.
  • Oleskan serbuk sari yang sudah masak ke putik bunga berlendir. Anda bisa mengoleskannya dengan cotton bud.
  • Tutuplah bunga selama dua bulan menggunakan plastik.
  • Ambil bunga dari pohon. Agar bijinya terlepas, rendam dalam aquades selama 10 menit.
  • Keringkan biji-biji bunga tersebut dan siap untuk ditanam sebagai bibit.

b.  Secara Vegetatif

  • Bersihkan akar tanaman anthurium dari media tanam.
  • Potong bonggol tanaman menjadi dua, masing-masing harus masih ada akarnya.
  • Untuk merangsang pertumbuhan, oleskan ZPT di bekas potongan akar tadi.
  • Tanam kedua bonggol di media yang berbeda.

Itulah beberapa tahapan yang bisa anda lakukan dalam rangka budidaya tanaman anthurium. Dari informasi di atas, tidak susah bukan membudidayakan tanaman hias anthurium? Atau, mungkin anda ingin mengetahui cara budidaya tanaman hias aglaonema.

Pencarian Seputar Artikel Budidaya Tanaman

Artikel Terkait Cara Mudah Budidaya Tanaman Hias Anthurium


Tips Seputar Cara Mudah Budidaya Tanaman Hias Anthurium


Shares